Direktorat Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan Resmikan HKPSI Di Jawa Timur

Sabtu, 19 Maret 2016 | 09:56:38 WIB | Dibaca: 233 Kali



Gresik-Jawa Timur,- Pada tanggal 12 Maret 2016, masyarakat Kabupaten Gresik yang didukung oleh 3 kabupaten lain yaitu Bojonegoro, Tuban dan Lamongan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan acara Silaturrahmi Himpunan Kerukunan Peternak Sapi Indonesia (HKPSI) di Kabupaten Gresik. Acara ini dihadiri oleh Sesditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dekan UNSUD, Dirut Perbankkan, TNI, Polri, Peternak dan beberapa tokoh masyarakat setempat. Dalam acara tersebut, Ketua HKPSI H. Alfin Amar, SE menyampaikan bahwa acara silaturrahmi HKPSI dilakukan dalam rangka menyambung hubungan pemerintah untuk mendapatkan pembinaan dan bimbingan dalam pengembangan peternakan sapi.

Sesditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. Ir. Riwantoro, MM yang hadir pada acara itu, dan sekaligus meresmikan terbentuknya asosiasi tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya Himpunan Kerukunan Peternak Sapi Indonesia (HKPSI) dan Beliau berpesan “sekali berdiri teruslah berlari dan dikembangkan karena akan sia-sia jika kemudian tidak ada langkah selanjutnya”. “Susun program aksi dan harus punya komitmen untuk mengembangkan peternakan”  Ungkapnya. Lebih lanjut beliau berharap kepada kelompok peternak agar nantinya bisa belajar di Sekolah Peternak Rakyat (SPR) yang ada disekitar lingkungan Jawa Timur untuk menambah ilmu pengetahuan tentang peternakan. “Yang diperlukan di kelompok peternak adalah semangat persaudaraan dan bekerjasama dalam mengembangkan usahanya, sehingga dapat menghasilkan keuntungan bersama” tambahnya.

“Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam beternak agar bisa sukses dengan baik adalah bisa membudidayakan sapi potong melalui usaha agribisnis dengan penuh tanggungjawab  “ungkap Prof. Dr. Ahmad Sodiq, M, Agr. Sc dari UNSUD kepada kelompok peternak yang hadir saat deklarasi HKSPI. Lebih lanjut beliau menyampaikan untuk meperkuat kelembagaan/kelompok, sehingga peternak harus memahami penerapan teknologi dan bekerjasama dengan perbankkan untuk memperoleh tambahan modal usaha.

 

 

Sumber : Padjarnain,S.Pt, Yuliana Susanti, S.Pt, M.Si, Subbag Kerjasama dan Humas Bagian Perencanaan Ditjen PKH

 

Sumber: http://ditjennak.pertanian.go.id/